Parenge Petulak
Wilayah terdiri dari 6 (enam) Koropi dengan enam Lembagaan Adat yaitu Tongkonan dengan pemangku Adat dinamakan To Parenge. Keenam Karopi tersebut adalah :
1. Karopi Kawasik dengan Tongkonan Langkanae dipimpin oleh To Parenge Kawasik.
2. Karopi Rante dengan Tongkonan Tondok Puang di pimpin oleh To Parenge Rante.
3. Karopi Basokan dengan Tongkonan Belolangi di pimpin oleh To Parenge Basokan
4. Karopi Nanna dengan Tongkonan Buntu dipimpin oleh To Parenge Nanna
5. Karopi Alo dengan Tongkonan Dalonga dipimpin To Parenge Alo dan;
6. Karopi Barana dengan Tongkonan Sendana dipimpin oleh To Parenge Barana.
Keenam To Parenge tersebut di atas dinamakan Parenge Petulak (penopang atau pilar).
Mengatur serta mengayomi aturan adat atau kesepakatan hasil Kombongan dalam lingkup Karopi masing-masing.
Menyelesaikan perselisihan antar anggota masyarakat dalam lingkup Karopi masing-masing
Memimpin dan mengatur serta bertanggung jawab atas pelaksanaan upacara adat dalam Karopi masing-masing
Memimpin pelaksanaan kerja gotong-royong (siarak) dalam penanggulangan bencana, pembuatan pondok upacara dan gotong-royong lainnya.
Menjadi pengayom masyarakat (untarek lindopio)
Mekanisme Pengangkatan To Parenge
Diseleksi oleh warga berdasarkan garis keturunan dan pengabdian serta penguasaan adat istiadat. Diajukan dalam kombongan karopi yang harus dihadiri oleh masyarakat. Baru dapat diresmikan.
Hubungan lembaga tongkonan parenge dengan masyarakat
pustaka : http://lagaligo.net
Thursday, 29 January 2009
Budaya Tanah Toraja
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
hi,,, saya baek2 saja. suka sejarah juga ya, bagus.. keep blogging:)
Post a Comment